Medan, 7 Desember 2025 — Suasana Aula Danau Toba, BBGTK Sumut, dipenuhi energi optimisme dan gagasan-gagasan segar ketika Perkumpulan Jejak Langkah Pendidikan Indonesia (JALANIN) Wilayah Sumatera Utara menggelar Konferensi Guru Sumatera Utara 2025 dengan tema “Inovasi dan Kolaborasi Pendidikan Indonesia.” Kegiatan ini dihadiri lebih dari 100 peserta yang terdiri dari guru, dosen, dan pemerhati pendidikan dari berbagai daerah di Sumatera Utara.
Konferensi ini dibuka secara resmi melalui sambungan daring oleh Dr. Hj. Nahdiana, M.Pd, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta sekaligus Ketua Pengawas JALANIN Pusat. Dalam pemaparannya, beliau menegaskan bahwa pendidikan yang maju hanya akan terwujud bila keluarga, sekolah, dan masyarakat mampu bergerak selaras sebagai tiga pilar utama pembentukan karakter dan kompetensi anak Indonesia.
“Kita membutuhkan pemahaman yang holistik tentang pendidikan. Guru bukan sekadar pengajar, tetapi teladan yang menghadirkan penguatan nyata di sekolah. Kolaborasi antarekosistem pendidikan harus terus diperkokoh,” ujar Dr. Nahdiana dalam sambutannya.
Sementara itu, Rahmadani Lubis, S.Si, Ketua JALANIN Wilayah Sumatera Utara, menekankan bahwa konferensi ini menjadi ruang strategis bagi para pendidik untuk memperbarui praktik pembelajaran.
“Kegiatan ini bertujuan menciptakan pembelajaran yang lebih kreatif, relevan, dan berdampak bagi peserta didik. Guru harus terus bergerak, berinovasi, dan menjawab kebutuhan zaman,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Ketua Panitia, Yopi Rachmad, S.Pd., M.Si menjelaskan bahwa konferensi ini bukan hanya ajang berbagi ilmu, tetapi juga ruang kolaborasi lintas komunitas pendidikan.
“Kami ingin membangun ekosistem pendidikan yang kuat melalui ide-ide baru, praktik inovatif, dan kolaborasi yang melibatkan berbagai pihak. Hanya dengan cara itu pendidikan kita bisa melompat lebih jauh,” tegas Yopi.
Acara semakin lengkap dengan hadirnya empat panelis pemakalah yang menampilkan penelitian serta praktik baik dari para dosen dan guru. Para panelis berasal dari berbagai institusi pendidikan baik negeri maupun swasta.
Kegiatan berlangsung dinamis dengan diskusi, presentasi, hingga jejaring kolaborasi antarpeserta yang diharapkan melahirkan program dan inisiatif baru bagi kemajuan pendidikan di Sumatera Utara. Dari Konferensi ini dihasilkan 3 rekomendasi yaitu Penguatan budaya positif dan karakter sebagai fondasi sekolah berkualitas, Penguatan kolaborasi sekolah-komunitas untuk membangun ekosistem pendidikan yang lebih kuat dan Inovasi pembelajaran yang relevan dan berpusat pada murid.
Dengan terselenggaranya Konferensi Guru Sumatera Utara 2025 ini, JALANIN Sumatera Utara menegaskan komitmennya sebagai wadah gerakan pendidikan yang mendorong perubahan berkelanjutan melalui inovasi, kolaborasi, dan aksi nyata dari para pendidik.